Banyuwangi Batik Festival 2016

Banyuwangi Batik Festival 2016

Banyuwangi Batik Festival 2016

batik festival banyuwangi, batik festival bwi, BBF

Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2016

Ajang Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2016 resmi dengan digelarnya acara “Fashion on the Pedestrian” alias peragaan busana batik di trotoar. Acara digelar di trotoar sepanjang Taman Blambangan, salah satu taman hijau di daerah berjuluk “The Sunrise of Java” itu.

Ajang fashion “jalanan” ini akan diikuti lebih dari 200 model amatir dari berbagai daerah di Banyuwangi. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi Yanuar Bramuda mengatakan, selain untuk menarik minat wisatawan, ajang fashion batik di trotoar ini untuk lebih membumikan kekayaan batik di tengah masyarakat. Banyuwangi punya sedikitnya 40 motif batik. Dengan ajang ini, batik bisa menjadi gaya hidup sehari-hari masyarakat

Acara puncak Banyuwangi Batik Festival 2016 bakal digelar Minggu malam dengan peragaan busana yang diisi sejumlah bintang tamu. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, upaya untuk mendorong batik sebagai komoditas fashion yang bisa menggerakkan ekonomi lokal terus digalakkan.

Acara “Fashion on the Pedestrian” kali ini cukup ramai dijejali pengunjung. Mereka menikmati aksi lenggak-lenggok para model di sepanjang trotoar. Busana hasil rancangan desainer lokal ini juga cukup berhasil menyita perhatian pengunjung yang memadati areal fashion show.

Kegiatan Banyuwangi Batik Festival ini mengangkat motif “Kangkung Setingkes” dan akan dimeriahkan dengan berbagai agenda. Kegiatan Banyuwangi Batik Festival (BBF) yang telah memasuki tahun kedua merupakan ajang untuk menggerakkan roda pariwisata dan industri kreatif daerah. Festival ini juga merupakan wujud komitmen pemerintah dan masyarakat Banyuwangi dalam menumbuh kembangkan kekayaan budaya lokal, khususnya untuk mengeksplorasi potensi kekayaan batik lokal.

Menampilkan batik tidak hanya menjadi penanda, namun sebuah kebanggaan yang berujung pada kesejahteraan para pelaku industri tersebut. Apalagi, batik tidak lagi dianggap bagian dari gaya lama, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masa kini.

Mengenai motif “Kangkung Setingkes” yang diangkat pada BBF tahun ini, Anas mengatakan motif tersebut menjadi salah satu dari 40 motif batik Banyuwangi yang paling mudah ditemui, setelah motif “Gajah Oling” yang menjadi tema BBF 2013.
 
<<< Banyuwangi Festival

Related Post