Paket Wisata Edukasi Banyuwangi

Paket Wisata Edukasi Banyuwangi

Paket Wisata Edukasi Banyuwangi

paket tour banyuwangi, banyuwangi travel, travel wisata banyuwangi

Belajar tentang seni dan budaya merupakan suatu aktifitas yang bermanfaat. Selain wawasan tentang seni dan budaya dari suatu daerah dapat bertambah, juga dapat merasakan kegemberian menikmati proses pembelajaran. Bahkan, dengan mengulas lebih dalam meempelajari suatu seni dan budaya dapat membantu melestarikan dan menjaga seni dan budaya tersebut. Sehingga, seni dan budaya tersebut akan terus mengalir kepada generasi-generasi selanjutnya. Dengan begitu, warisan-warisan mengenai seni dan budaya tidak mati.

Kampong Wisata Temenggungan, dikenal dengan wilayah yang memiliki banyak potensi, salah satunya adalah potensi seni dan budaya. Hingga saat ini, dapat dijumpai masyarakatnya yang dahulu merupakan seniman-seniman baik dalam bidang tari maupun musik. Di Temenggungan sendiri, bermain musik dan menari sudah menjadi aktifitas sehari-hari, dan bukan hanya untuk dijadikan sebagai pekerjaan mencari penghasilan. Hal seperti ini dapat dijumpai ketika pengunjung singgah atau bermalam di Kampong Wisata Temenggungan (KAWITAN). Biasanya setiap malam, beberapa masyarakat berkumpul bersama baik di halaman rumah ataupun di warung-warung kopi untuk saling berbagi cerita dan bermain musik. Tidak hanya yang berusia dewasa ataupun lanjut usia, anak-anak yang masih berada di sekolah dasar hinga menengah pun juga ahli dalam menari dan memainkan alat musik tradisional Banyuwangi seperti Gamelan, Angklung, ataupun Patrol. Bakat-bakat itu didapatkan dari para orangtua mereka yang bersedia membagi ilmunya dan mengajarkan kepada mereka. Bagi pengunjung yang ingin belajar mengenai seni dan budaya juga dapat bergabung bersama mereka di Kampong Wisata Temenggungan, dengan pilihan kelas:

  • Sinau Mbatik
    Dengan memilih kelas “Sinau Mbatik” pengunjung akan mengikuti proses belajar dua hingga tiga jam. Kegiatan dibuka dengan meeting point terlebih dahulu di Kampong Wisata Temenggungan, setelah itu pengunjung akan diajak menuju rumah produksi Batik yang akan dijadikan sebagai tempat belajar membatik. Sesampainya di rumah tersebut, pengunjung akan dikenalkan terlebih dahulu mengenai Batik Banyuwangi, baik dari sejarah, perkembangan hingga proses membatiknya. Di era tahun 1950-an Temenggungan terkenal dengan sentra batiknya, sehingga banyak masyarakat yang mengenal Temenggungan sebagai kampung batik. Saat ini, motif batik Temenggungan yang menjadi ikon Batik Banyuwangi adalah motif “Gajah Oling”. Puas dengan berbagai informasi mengenai batik Temenggungan dan Batik Banyuwangi, pengunjung akan diberi peralatan belajar seperti kain mori (kain yang digunakan untuk membatik), canting (alat yang digunakan untuk membatik), dan bahan-bahan lainnya yang sudah disediakan oleh pelatih. Setelah itu, pengunjung akan diperlihatkan terlebih dahulu bagiamana cara membatik secara tradisional, lalu di tahap selanjutnya pengunjung yang akan meneruskan proses membatiknya. Dipertengahan pembelajaran, pengunjung juga akan disuguhkan menu jajanan kuliner Banyuwangi sebagai teman camilan membatik. Dengan durasi dua hingga 3 jam, pengunjung dapat membawa pulang hasil belajar membatik tersebut hinggga berakhir pada proses melukis bahan malam pada kain yang bermotif. Bagi pengunjung yang ingin belajar membatik dengan mengikuti hingga akhir proses, dapat memilih paket kelas dengan durasi yang lebih lama, yakni empat hari hingga satu minggu.
  • Sinau Musik
    Kelas “Sinau Musik” merupakan kelas belajar bagi pengunjung yang suka dengan musik-musik tradisional atau memainkan alat musik tradisional. Alat musik tradisional Banyuwangi yang dapat dipilih oleh pengunjung adalah, alat musik Gamelan, Angklung, atau Patrol (alat musik bamboo yang biasanya digunakan untuk penjagaan kampung “kentongan” atau juga disebut dengan “katir”). Pengunjung akan mengikuti proses pembelajaran selama 4 hingga 6 jam. Pertemuan awal dilakukan di Kampong Wisata Temenggungan (KAWITAN) untuk melakukan meeting point. Selesai melakukan pertemuan awal, pengunjung akana dikenalkan mengenai musik-musik Banyuwangi dengan menikmati penampilan dari seniman-seniman musik yang ada di Temenggungan, selain itu pengunjung juga akan mendapatkan lebih dijelaskan mengenai sejarah dan perkembangan tentang musik dan alat musik tradisional Banyuwangi. Proses belajar akan dibagi menjadi dua sesi, dan diatara kedua sesi tersebut pengunjung akan diberi waktu untuk istirahat dan menikmati menu makanan kuliner tradisional Banyuwangi seperti sego tempong, sego janganan, ataupun aneka rujak. Selepas pengunjung telah dinilai bisa oleh pelatih, pengunjung akan diajak berkolaborasi bersama dengan pelatih dan seniman-seniman lainnya di akhir acara. Kolaborasi ini merupakan bentuk kebanggan dari masyarakat Temenggungan sendiri kepada pengunjung yang telah memiliki keinginan untuk belajar musik di Kampong Wisata Temenggungan. Selesai bermain musik bersama hingga penuh ceria dan keseruan, sebelum mengakhiri kelas belajar pengunjung akan diajak foto bersama dengan seniman-seniman musik Temenggungan.
  • Sinau Nari
    Bagi pengunjung yang memiliki hobi menari dan suka dengan tarian tradisional terutama tarian tradisional dari Banyuwangi yang terkenal dengan Tari Gandrungnya, kelas “Sinau Nari” dapat menjadi pilihan untuk mengisi liburan. Dengan durasi enam hingga tujuh jam, pengunjung akan mengikuti proses belajar menari yang dibagi menjadi dua tahap. Sebelum kelas menari dimulai, pengunjung akan diperlihatkan mengenai tarian tradisional yang ditarikan oleh masyarakat Temenggungan sekaligus dijelaskan bagaimana sejarah dan perkembangan tari tradisional Banyuwangi hingga saat ini. Pilhan jenis tari yang dipilih oleh pengunjung diantaranya adalah Tari Gandrung, Tari Barong Banyuwangi, Tari Pitik-pitikan, dan jenis tari tradisional lainnya. Setelah melihat penampilan tari yang telah disuguhkan, pengunjung akan dibagi perlengkapan belajar seperti selendang dan kipas. Disela-sela proses belajar antara sesi pertama dan sesi kedua, pengunjung diberi waktu untuk istirahat dan menikmati sajian menu kuliner tradisional Banyuwangi, aneka makanan atau jajanan dapat dinikmati oleh pengunjung sebelum akhirnya aktifitas belajar dilanjut kembali. Sama dengan halnya dengan sinau musik, diakhir acara pengunjung juga akan diajak menari bersama dalam acara kolaborasi. Selepas kolaborasi dengan penuh keceriaan dan kegembiraan, pengunjung akan diajak foto bersama sebelum kelas belajar diakhiri dan pengunjung meninggalkan Kampong Wisata Temenggungan.

Baca juga Tempat Wisata Banyuwangi dan pilihan Paket Wisata Banyuwangi yang lain.

Dengan ikut belajar dan mengaplikasikan tentang seni dan budaya yang ada, maka secara tidak langsung rasa cinta dan bangga terhadap warisan-warisan leluhur akan tertanam didalam diri. Karena dengan mengetahui bagaimana sejarahnya saja, tanpa ikut mempelajarinya itu belum cukup untuk dapat melestarikan seni dan budaya dari suatu daerah.

Related Post

Comments are closed.