Tentang Banyuwangi

Tentang Banyuwangi

Tentang Banyuwangi

Banyuwangi merupakan sebuah kabupaten di ujung timur Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten berjuluk the Sunrise of Java ini berbatasan dengan Kabupaten Jember dan Bondowoso di sebelah Barat, Kabupaten Sitobondo di sebelah Utara, dan Samudera Hindia di Selatan.

Banyuwangi merupakan kabupaten terluas di Jawa Timur dan sekaligus menjadi yang terluas di Pulau Jawa. Yakni dengan luasan 5.782,50 km2, wilayah Banyuwangi lebih luas dari Pulau Bali (5.636,66 km2). Dengan luasan tersebut, Banyuwangi memiliki ragam seni budaya dan bentang alam yang istimewa.

Asal-usul Banyuwangi


Tahu kah Anda jika Banyuwangi memiliki sebuah legenda yang menceritakan tentang asal-usul kota tersebut? Legenda asal usul Banyuwangi dimulai saat wilayah ujung timur Pulau Jawa itu dipimpin oleh raja bernama Prabu Sulahkromo. Dalam menjalankan roda pemerintahan, sang raja dibantu oleh seorang patih yang gagah berani dan berparas rupawan bernama Sidopekso.

Patih Sidopekso memiliki istri bernama Sri Tanjung yang memiliki paras ayu. Raja Sulahkromo pun mulai tergila-gila terhadap Sri Tanjung. Hingga suatu waktu, raja mengirim Patih Sidopekso untuk menjalankan titah agar ia bisa mendekati Sri Tanjung.

Rayuan raja Sulahkromo pun ditolak dengan halus oleh Sri Tanjung. Namun hal itu merupakan awal petaka baginya, sebab Raja Sulahkromo justru memfitnah Sri Tanjung telah menggodanya. Fitnah tersebut membuat Patih Sidopekso berang, ia pun menyeret Sri Tanjung ke tepi sungai dengan penuh amarah.

Pengakuan Sri Tanjung yang begitu jujur dan lugu membuat sang patih semakin cemburu. Kecemburuan itu tak dapat dibendung hingga Patih Sidopekso ingin membunuh istri yang ia anggap telah menodai kesetiannya.

Sri Tanjung semakin kecewa karena Sidopekso tak lagi mempercayai ucapannya. Sebelum Sidopekso menghunuskan keris ke dada istrinya, Sri Tanjung mengucapkan pesan terakhir untuk membuktikan kesetiaannya. Saat jasadnya diceburkan ke sungai, jika air tersebut berbau busuk, maka ia telah berbuat serong. Namun jika air sungai beraroma wangi, maka ia tidak bersalah.

Benar saja, saat air sungai tersebut teraliri darah dan jasad Sri Tanjung, tercium semerbak wangi yang seketika membuat Sidopekso terhuyung menyesali perbuatannya. Ia pun menjerit berucap banyu wangi..banyu wangi yang berarti air beraroma harum.
  
<<< Tentang Banyuwangi

Related Post